Sebulan Lebih Pasca Banjir Bandang Aceh Timur, Ketua PW FRN Aceh Soroti Masih Banyak Warga Bertahan Tanpa Peralatan Dapur Jelang Bulan Suci Ramadhan

TRIBUN 21

- Redaksi

Rabu, 7 Januari 2026 - 13:08 WIB

5035 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur – Lebih dari satu bulan setelah banjir besar melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh, luka akibat bencana itu ternyata belum benar-benar kering. Di Kabupaten Aceh Timur, khususnya di gampong-gampong terdampak banjir, keluhan warga terus bermunculan. Mereka mengaku masih berjuang memenuhi kebutuhan paling mendasar untuk menjalani kehidupan sehari-hari, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan.

Banjir yang terjadi pada 26 November 2025 lalu tidak hanya merendam rumah dan lahan pertanian warga, tetapi juga menyisakan persoalan serius dalam fase pemulihan. Hingga awal Januari 2026, sejumlah warga mengaku bantuan yang mereka terima belum sepenuhnya menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Dandy, salah seorang warga Gampong Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih. Kepada Haris Nduru dari media angkatberita.id melalui sambungan telepon WhatsApp pada Rabu, 7 Januari 2026, Dandy mengungkapkan bahwa warga saat ini menghadapi kesulitan besar akibat hilangnya peralatan dapur yang terbawa arus banjir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Menjelang bulan Ramadhan, yang paling kami butuhkan di sini adalah peralatan dapur. Hampir semua peralatan pecah belah di rumah kami rusak dan hanyut saat banjir tanggal 26 November lalu,” ujar Dandy.

Ia menjelaskan, banjir datang dengan intensitas tinggi dan berlangsung cukup lama. Air masuk ke rumah-rumah warga tanpa sempat diselamatkan, menghanyutkan piring, gelas, panci, wajan, hingga alat memasak lainnya. Akibatnya, hingga kini banyak keluarga terpaksa bertahan dengan peralatan seadanya atau saling meminjam.

“Bantuan sembako memang ada, tapi itu sifatnya habis pakai. Yang jadi persoalan, bagaimana kami memasak? Ramadhan sebentar lagi. Kebutuhan dapur justru makin besar,” ungkapnya.

Dandy menilai, kondisi tersebut mencerminkan bahwa penanganan pascabencana belum sepenuhnya menyentuh aspek pemulihan kehidupan warga. Ia berharap pemerintah tidak hanya hadir saat masa darurat, tetapi juga memastikan warga bisa kembali hidup normal.

Sorotan serupa datang dari Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perkumpulan Wartawan Fast Respon (PW FRN) Provinsi Aceh, Agus Suriadi. Dalam keterangannya kepada media angkatberita.id melalui sambungan telepon WhatsApp, Agus menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi serius terhadap pola penyaluran bantuan pascabencana di Aceh Timur.

“Pemerintah jangan terus-menerus fokus pada bantuan logistik seperti sembako. Itu penting, tapi tidak cukup. Sekarang ini kita bicara soal pemulihan, bukan lagi sekedar tanggap darurat,” tegas Agus.

Menurutnya, keluhan warga terkait peralatan dapur merupakan persoalan nyata yang tidak boleh dianggap sepele. Agus secara terbuka meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk segera mencari solusi konkret menjelang bulan Ramadhan.

“Saya berharap pemerintah kabupaten Aceh Timur menyediakan bantuan berupa pecah belah dan peralatan dapur bagi warga terdampak banjir 26 November 2025 lalu. Selain hunian yang layak huni, peralatan dapur ini sangat dibutuhkan, terutama saat bulan Ramadhan,” ujarnya.

Agus menilai, jika pemerintah terus mengabaikan kebutuhan tersebut, maka beban psikologis dan ekonomi warga akan semakin berat. Ia mengingatkan bahwa Ramadhan seharusnya menjadi momentum ketenangan dan pemulihan batin, bukan justru menjadi masa penuh kecemasan akibat kebutuhan dasar yang belum terpenuhi.

“Jangan sampai warga hanya diposisikan sebagai objek bantuan sesaat. Negara harus hadir secara utuh, memastikan warga bisa hidup layak setelah bencana. Kalau peralatan dapur saja tidak ada, bagaimana mereka bisa menjalani ibadah puasa dengan tenang?” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terkait rencana penyaluran bantuan peralatan dapur bagi warga terdampak banjir. Sementara itu, warga di sejumlah gampong masih menunggu langkah nyata, berharap janji pemulihan pascabencana tidak berhenti sebatas data dan la (*)

Berita Terkait

Desakan Penyelidikan Dana Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Menguat, Kaperwil Mitrapolisi Aceh Minta APH Bertindak
Dana Sapi Meugang Rp7,5 M di Aceh Timur Disorot: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Desak Aparat Hukum Turun Tangan

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 07:51 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Bulanan, Tekankan Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Prima kepada Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 - 06:56 WIB

Semarak Kontes Durian Lokal Aceh Tenggara, Kapolres Bersama Forkopimda Dukung Potensi Durian Unggulan Daerah

Minggu, 26 Juli 2026 - 04:32 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Hadiri Perayaan Dies Natalis ke-2 GAMKI, Perkuat Sinergi Lintas Agama dan Pemuda

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:25 WIB

Polres Aceh Tenggara Tingkatkan Pengamanan dan Patroli di SPBU, Jaga Ketertiban di Tengah Kelangkaan BBM

Jumat, 24 Juli 2026 - 04:24 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pererat Silaturahmi Lewat Subuh Keliling dan Jumat Curhat Bersama Masyarakat

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:26 WIB

Dari Dua Pelaku ke Pemasok Utama, Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Bongkar Jaringan Sabu Medan–Kutacane

Kamis, 23 Juli 2026 - 05:44 WIB

Polres Aceh Tenggara Kawal Penertiban Pengisian BBM Bersubsidi, Pastikan Tepat Sasaran dan Tertib

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:44 WIB

Awal Kepemimpinan yang Tegas, Polres Aceh Tenggara Berhasil Sita Lebih dari 100 Gram Sabu

Berita Terbaru